Shock
Selanjutnya..
Karna aku dan Vino semakin dekat, aku baru mulai memberanikan diri untuk mencari tahu tentang dia. Beberapa akun socmednya aku stalking satu demi persatu. Dan finally, aku menemukan sesuatu yang membuat aku sedikit shock.
Ya, Vino ternyata sedang menjalin hubungan jarak jauh (ldr) dengan seorang cewek hampir 2 tahun ini. Namun ada sesuatu yang membuatku bimbang, Vino dan ceweknya itu sudah tidak pernah berhubungan via socmed sejak 6 bulan yang lalu. Dan Vino maupun ceweknya tidak lagi memposting apapun didalam socmednya itu. Aku pun sempat bingung, apa benar Vino masih menjalin hubungan dengan wanita itu atau tidak.
Suatu ketika saat aku sedang asik ngobrol dengannya, aku memberanikan diri untuk menanyakan hal itu.
"Kamu udah punya pacar ya?"
Vino pun diam dan memilih untuk tidak menjawab pertanyaanku. Okay, berarti memang benar dia punya pacar. Dan aku gaboleh berharap lebih lagi ke dia.
Mengetahui itu, hubunganku dengan Vino renggang bahkan kita tidak lagi berhubungan. Ya aku cuma baper dengannya selama ini. Ah mahasiswa terlalu polos diriku ini.
Sementara aku tidak berhubungan lagi dengan Vino, aku mengenal sesosok laki-laki bernama Ben. Berkumis, cool, stylish, imut. Ya aku kenal Ben dari akun socmed yang akhirnya kita ketemu dan sering jalan bareng. Ben sering kumpul bersama teman-temanku dikampus. Gaya hidupnya yang sedikit nakal membuat dia tidak canggung untuk gabung bersama teman-temanku. Maklum anak cowok kalau kumpul pasti omongannya engga ke kontrol.
Senang bisa ngenalin Ben ke temen-temen aku. Dia bisa masuk di kehidupanku namun aku tidak. Aku tidak bisa mengikuti gaya hidup dia yang suka dugem, minum dan lain-lain. Ben pun juga tidak membolehkan aku untuk melakukan hal-hal tersebut.
Vino? Ya dia masih selalu muncul dipikiranku kapan aja. Entahlah, aku harus berusaha melupakan semuanya. Karna aku cuma baper
Karna aku dan Vino semakin dekat, aku baru mulai memberanikan diri untuk mencari tahu tentang dia. Beberapa akun socmednya aku stalking satu demi persatu. Dan finally, aku menemukan sesuatu yang membuat aku sedikit shock.
Ya, Vino ternyata sedang menjalin hubungan jarak jauh (ldr) dengan seorang cewek hampir 2 tahun ini. Namun ada sesuatu yang membuatku bimbang, Vino dan ceweknya itu sudah tidak pernah berhubungan via socmed sejak 6 bulan yang lalu. Dan Vino maupun ceweknya tidak lagi memposting apapun didalam socmednya itu. Aku pun sempat bingung, apa benar Vino masih menjalin hubungan dengan wanita itu atau tidak.
Suatu ketika saat aku sedang asik ngobrol dengannya, aku memberanikan diri untuk menanyakan hal itu.
"Kamu udah punya pacar ya?"
Vino pun diam dan memilih untuk tidak menjawab pertanyaanku. Okay, berarti memang benar dia punya pacar. Dan aku gaboleh berharap lebih lagi ke dia.
Mengetahui itu, hubunganku dengan Vino renggang bahkan kita tidak lagi berhubungan. Ya aku cuma baper dengannya selama ini. Ah mahasiswa terlalu polos diriku ini.
Sementara aku tidak berhubungan lagi dengan Vino, aku mengenal sesosok laki-laki bernama Ben. Berkumis, cool, stylish, imut. Ya aku kenal Ben dari akun socmed yang akhirnya kita ketemu dan sering jalan bareng. Ben sering kumpul bersama teman-temanku dikampus. Gaya hidupnya yang sedikit nakal membuat dia tidak canggung untuk gabung bersama teman-temanku. Maklum anak cowok kalau kumpul pasti omongannya engga ke kontrol.
Senang bisa ngenalin Ben ke temen-temen aku. Dia bisa masuk di kehidupanku namun aku tidak. Aku tidak bisa mengikuti gaya hidup dia yang suka dugem, minum dan lain-lain. Ben pun juga tidak membolehkan aku untuk melakukan hal-hal tersebut.
Vino? Ya dia masih selalu muncul dipikiranku kapan aja. Entahlah, aku harus berusaha melupakan semuanya. Karna aku cuma baper
Hujan dan Kita
Selanjutnya
Malam pun tiba, aku dan Vino memutuskan untuk melaksanakan solat magrib bersama di Masjid Agung Semarang. Masjid Agung ini merupakan Masjid terbesar di Jawa Tengah, dilengkapi dengan fasilitas yang bagus dan nyaman serta terdapat pula menara di samping masjid. Menara ini tinggi sekali. Dan dari menara tersebut kita bisa melihat keindahan kota Semarang.
Setelah selesai solat berjamaah, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menangis karna sepatunya jatuh ke dalam parit kecil. Saat itu juga Vino langsung mendekati anak kecil tersebut dan mengambilkan sepatu yang jatuh di parit. Tak lama orang tua dari anak tersebut berterima kasih kepada Vino. Aku yang melihat kejadian tersebut pun bengong didalam hati. Gila aja, ternyata dia sebegitu pedulinya sama anak kecil. Dan aku teringat akan pesan mamah, carilah seseorang yang pintar momong anak kecil. Karna bila cowok itu pinter momong anak kecil, otomatis dia juga pinter menghormati orang tua.
Perjalanan menuju parkiran dan aku mulai teringat sesuatu. Kubuka lagi tasku dan ternyata benar, sarung tanganku hilang sebelah. Aku yang panik ditemani Vino yang masih super tenang mencari sarung tanganku itu. Namun nihil, sarung tangan itu tetap hilang. Huuft. Akhirnya kita memutuskan untuk tidak mengambil pusing akan hal itu dan bergegas pulang ke Jogja karna mengingat jam malam di kosku.
Perjalanan menuju Jogja makin malam memang makin menegangkan, bagaimana tidak. Jalanan mulai nampak sepi dan mulai banyak truk yang melintasi jalanan dengan kecepatan tinggi. "Aku ngantuk kak" celetukku tiba-tiba. "Peluk ya biar ga jatuh" jawab dia. Aku pun ragu-ragu untuk memeluknya. Bukan karna tidak mau, cuman aku takut pingsan karna salting hehe. Vino yang mendengar bahwa aku mulai ngantuk, dia mulai menambah kecepatan motor. Semakin lama semakin kencang, dan itu memaksaku untuk mulai memeluknya. Aku dengan ragu ragu mulai menggerakkan kedua tanganku untuk memegang pinggang dia. "Jangan ngebut ngebut kak, takut." kataku sambil ketakutan. Dia pun menjawab dengan santai "Kalo ga ngebut nanti kamu tambah ngantuk, aman kok." Aku pun hanya diam. Kita berdua saling diam. Ku biarkan dia berkonsentrasi menggendarai motor dan aku masih dengan muka gemeteran dibalik helm mungil ini.
Memasuki daerah Magelang, hujan pun mulai turun dan Vino masih saja menambah kecepatan motornya. "Kak, dingin." refleks aku pun mengatakan itu, karna hujan sudah semakin deras. "Iya bentar ya neng" begitu sahutnya. Akhirnya Vino mulai menepikan motornya disamping jalan, dia mulai mengeluarkan jas hujannya. Karna jas ujannya cuma satu bermodel kelelawar. sehingga kita berbagi jas ujan. Aku masuk kedalam jas hujan dan kita melanjutkan perjalanan kita lagi ditengah hujan deras. Sesampainya di lampu merah, tangan kiri Vino menarik tangan kananku untuk memeluk dia. Aku pun dengan grogi mengikuti arah tangannya. Ku peluk dia dengan tangan kananku dan tangan Vino berada diatas tanganku, dia memegangi tanganku. Disitu aku deg-degan setengah mati. Ku kira dia hanya dilakukan saat lampu merah berhenti. Namun, selama perjalanan dia masih memegang tanganku. Sesekali tangan kiri Vino memegang tanganku erat. setiap tanganku bergerak, dia langsung menggenggam eram tanganku. Dan mulai saat itu aku merasa bahwa half mengurangi kecepatan motornya. Dia berjalan sangat pelan dan tidak dilepaskannya tanganku. Aku sangat menikmati genggaman tangannya disetiap detiknya. Tak ku sangka, dia memegang tanganku erat dan lama. Semakin lama aku merasakan keanehan, jarak antara Magelang-Jogja hanya 45 menit, tapi ku lirik jam dan sudah lebih satu jam tapi belum nyampe juga. Akhirnya aku menyeletuk "Udah sampai mana?" dia menjawab dengan santainya "Masih jauhhhhh". Karna aku yang sudah terlanjur penasaran dengan keadaan diluar, aku buka sedikit jas ujan dan dia menyeletuk "Het jangan dibuka, nanti pada tahu" Aku pun tertawa.
Setelah ku buka jas ujan, betapa kagetnya karena kita sudah sampai di Jogja tapi dia menggunakan jalan memutar menuju kosku. Aku pun berfikir, aku juga mau kok berlama-lama sama kamu kak. hehe. Sesampainya dikos seketika itu pula dia melepaskan tangannya dariku. Dan dia langsung pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata. Why? Mungkin dia lelah.
Vino, hanya kita dan Tuhan yang tahu keadaan saat itu. hanya aku dan Tuhan yang tahu betapa aku sangat bahagia menghabiskan waktu disetiap detiknya bersamamu. :)
Malam pun tiba, aku dan Vino memutuskan untuk melaksanakan solat magrib bersama di Masjid Agung Semarang. Masjid Agung ini merupakan Masjid terbesar di Jawa Tengah, dilengkapi dengan fasilitas yang bagus dan nyaman serta terdapat pula menara di samping masjid. Menara ini tinggi sekali. Dan dari menara tersebut kita bisa melihat keindahan kota Semarang.
Setelah selesai solat berjamaah, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menangis karna sepatunya jatuh ke dalam parit kecil. Saat itu juga Vino langsung mendekati anak kecil tersebut dan mengambilkan sepatu yang jatuh di parit. Tak lama orang tua dari anak tersebut berterima kasih kepada Vino. Aku yang melihat kejadian tersebut pun bengong didalam hati. Gila aja, ternyata dia sebegitu pedulinya sama anak kecil. Dan aku teringat akan pesan mamah, carilah seseorang yang pintar momong anak kecil. Karna bila cowok itu pinter momong anak kecil, otomatis dia juga pinter menghormati orang tua.
Perjalanan menuju parkiran dan aku mulai teringat sesuatu. Kubuka lagi tasku dan ternyata benar, sarung tanganku hilang sebelah. Aku yang panik ditemani Vino yang masih super tenang mencari sarung tanganku itu. Namun nihil, sarung tangan itu tetap hilang. Huuft. Akhirnya kita memutuskan untuk tidak mengambil pusing akan hal itu dan bergegas pulang ke Jogja karna mengingat jam malam di kosku.
Perjalanan menuju Jogja makin malam memang makin menegangkan, bagaimana tidak. Jalanan mulai nampak sepi dan mulai banyak truk yang melintasi jalanan dengan kecepatan tinggi. "Aku ngantuk kak" celetukku tiba-tiba. "Peluk ya biar ga jatuh" jawab dia. Aku pun ragu-ragu untuk memeluknya. Bukan karna tidak mau, cuman aku takut pingsan karna salting hehe. Vino yang mendengar bahwa aku mulai ngantuk, dia mulai menambah kecepatan motor. Semakin lama semakin kencang, dan itu memaksaku untuk mulai memeluknya. Aku dengan ragu ragu mulai menggerakkan kedua tanganku untuk memegang pinggang dia. "Jangan ngebut ngebut kak, takut." kataku sambil ketakutan. Dia pun menjawab dengan santai "Kalo ga ngebut nanti kamu tambah ngantuk, aman kok." Aku pun hanya diam. Kita berdua saling diam. Ku biarkan dia berkonsentrasi menggendarai motor dan aku masih dengan muka gemeteran dibalik helm mungil ini.
Memasuki daerah Magelang, hujan pun mulai turun dan Vino masih saja menambah kecepatan motornya. "Kak, dingin." refleks aku pun mengatakan itu, karna hujan sudah semakin deras. "Iya bentar ya neng" begitu sahutnya. Akhirnya Vino mulai menepikan motornya disamping jalan, dia mulai mengeluarkan jas hujannya. Karna jas ujannya cuma satu bermodel kelelawar. sehingga kita berbagi jas ujan. Aku masuk kedalam jas hujan dan kita melanjutkan perjalanan kita lagi ditengah hujan deras. Sesampainya di lampu merah, tangan kiri Vino menarik tangan kananku untuk memeluk dia. Aku pun dengan grogi mengikuti arah tangannya. Ku peluk dia dengan tangan kananku dan tangan Vino berada diatas tanganku, dia memegangi tanganku. Disitu aku deg-degan setengah mati. Ku kira dia hanya dilakukan saat lampu merah berhenti. Namun, selama perjalanan dia masih memegang tanganku. Sesekali tangan kiri Vino memegang tanganku erat. setiap tanganku bergerak, dia langsung menggenggam eram tanganku. Dan mulai saat itu aku merasa bahwa half mengurangi kecepatan motornya. Dia berjalan sangat pelan dan tidak dilepaskannya tanganku. Aku sangat menikmati genggaman tangannya disetiap detiknya. Tak ku sangka, dia memegang tanganku erat dan lama. Semakin lama aku merasakan keanehan, jarak antara Magelang-Jogja hanya 45 menit, tapi ku lirik jam dan sudah lebih satu jam tapi belum nyampe juga. Akhirnya aku menyeletuk "Udah sampai mana?" dia menjawab dengan santainya "Masih jauhhhhh". Karna aku yang sudah terlanjur penasaran dengan keadaan diluar, aku buka sedikit jas ujan dan dia menyeletuk "Het jangan dibuka, nanti pada tahu" Aku pun tertawa.
Setelah ku buka jas ujan, betapa kagetnya karena kita sudah sampai di Jogja tapi dia menggunakan jalan memutar menuju kosku. Aku pun berfikir, aku juga mau kok berlama-lama sama kamu kak. hehe. Sesampainya dikos seketika itu pula dia melepaskan tangannya dariku. Dan dia langsung pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata. Why? Mungkin dia lelah.
Vino, hanya kita dan Tuhan yang tahu keadaan saat itu. hanya aku dan Tuhan yang tahu betapa aku sangat bahagia menghabiskan waktu disetiap detiknya bersamamu. :)
Dorayaki dan Mawar Putih, Half
Selanjutnya...
Ku kira kedekatan kita awalnya hanya biasa saja, namun semakin lama aku merasa dia semakin perhatian. Logika selalu mengingatkan bahwa semua perhatian dia hanya sebatas teman namun tidak dengan perasaanku. Selalu ku rasakan getar-getar cinta saat kita berhubungan.
Mulai dari saling melempar gombalan, perhatian hingga sering free call tengah malem. Apa aja diomongin, dia orang yang asik banget diajak ngobrol.
Hingga suatu ketika kita sama-sama lapar sementara cuaca di Jogja saat itu tidak mendukung karena hujan deras. Aku pun dengan iseng mengatakan bahwa aku ingin makan dorayaki. Dan dia pun menanggapinya dengan sangat baik. Setelah mengalami pergelutan yang alot, akhirnya kita berdua memustuskan untuk pergi ke Semarang (hanya untuk makan dorayaki).
Selasa, 9 Februari 2014. Pukul 5 pagi Vino jemput aku. Ini pertama kalinya aku jalan bareng dia. karna selama ini kita hanya aktif di medsos. Seneng, deg-degan, hampir gila, hampir pingsan jadi satu. Aku berusaha setenang mungkin supaya tidak terlalu kelihatan salting. Perjalanan kita ke Semarang pun tidak garing. Vino masih asik dengan banyolannya dan kita tertawa bareng. Setelah memasuki kawasan Semarang, destinasi pertama kita ke Umbul Sidomukti, tempat wisata ini berada di kawasan bandungan dekat dengan gunung Ungaran. Wisata outbond mayoritas. Kita bermain flying fox, trekking menyusuri sungai dan banyak. Vino orang yang susah anteng haha. Aku melihatnya dari sisi yang berbeda.
destinasi kedua kita ke pondok kopi, letaknya tidak jauh dari destinasi pertama. hanya saja pondok kopi lebih tinggi daripada umbul sidomukti. Disini kita istirahat dan menikmati keindahan alam. Udaranya pun sejuk. Dan aku pun masih tidak menyangka bahwa Vino berada disebelahku.
Kemudian kita memutuskan untuk melanjutkan destinasi ketiga kita, Candhi Gedong Songo. Di tempat ini terdapat 5 Candhi yang berada ditempat yang terpisah. Untuk menuju ke Candhi yang kelima, kita akan melewati area belerang. Vino tidak henti-hentinya menarik, mendorong, memberiku semangat menuju ke candhi yang kelima. karna emang trekknya melelahkan bagi yang ga pernah olahraga kayak aku ini. Disamping itu kita juga berfoto ria, aku ngefotoin dia dan dia ngefotoin aku. Sempat kita juga berselfie bersama. Haha bahagia rasanya bila mengingat hal itu. Akhirnya kita sampai di Candhi ke 5 dan puas banget rasanya. Tetep dong kita foto-foto hahaha, okay setelah ini kita turun kebawah untuk pulang. Diperjalanan terdapat kebun bunga mawar putih yang mekar, Vino yang seketika itu berjalan mendahuluiku tiba-tiba dia mundur mendekatiku dan berkata "Mau bunga ga?" Aku cuma ngangguk saat itu. Dan dia memetik bunga mawar putih dan langsung diberikan kepadaku sambil berkata "Dijaga ya bunganya". Aku pun membalasnya dengan senyuman lebar walaupun sebenarnya aku tersipu malu.
Dan hari mulai siang, kita memutuskan untuk makan siang (dorayaki). Ditengah perjalanan kita sama sama menyempatkan waktu untuk solat Dzuhur bersama. Deg-degan? iya banget pasti. Aku belum pernah ngerasain se deg-degan ini sama cowok lain. Setelah solat berjamaah, ku lihat wajah dia yang mulai kelelehan dan kelaparan. Aku pun meminta dia untuk berhenti di sebuah toko untuk membeli makanan ringan. Diperjalanan menuju tempat dorayaki, sedikit demi sedikit aku menyuapi Vino dengan makanan ringan yang kita beli ditoko tadi. Satu cuil gigitan untuk Vino dan satu cuil selanjutnya untuk aku, begitu terus hingga makanan itu habis. Saat itu merasa mulai nyaman sama Vino, dibalik maskerku, aku selalu tersenyum tersipu malu setiap melihat dia.
Sesampainya ditempat makan dorayaki (maaf aku lupa nama tempatnya) kita pesen dorayaki 2, ramen dan teriyaki. Aku yang emang dasarnya gabisa makan pedes akhirnya aku cuma makan dorayaki. Vino makan 3 porsi wkwk. Seneng aja liat dia makan banyak apalgi nginget kejadian dia ngasih bunga. Ya emang sih engga seromantis pasangan lain, tapi untuk ukuran cowok cuek seperti dia itu udah romantis banget.
Terimakasih, Vino.
Ku kira kedekatan kita awalnya hanya biasa saja, namun semakin lama aku merasa dia semakin perhatian. Logika selalu mengingatkan bahwa semua perhatian dia hanya sebatas teman namun tidak dengan perasaanku. Selalu ku rasakan getar-getar cinta saat kita berhubungan.
Mulai dari saling melempar gombalan, perhatian hingga sering free call tengah malem. Apa aja diomongin, dia orang yang asik banget diajak ngobrol.
Hingga suatu ketika kita sama-sama lapar sementara cuaca di Jogja saat itu tidak mendukung karena hujan deras. Aku pun dengan iseng mengatakan bahwa aku ingin makan dorayaki. Dan dia pun menanggapinya dengan sangat baik. Setelah mengalami pergelutan yang alot, akhirnya kita berdua memustuskan untuk pergi ke Semarang (hanya untuk makan dorayaki).
Selasa, 9 Februari 2014. Pukul 5 pagi Vino jemput aku. Ini pertama kalinya aku jalan bareng dia. karna selama ini kita hanya aktif di medsos. Seneng, deg-degan, hampir gila, hampir pingsan jadi satu. Aku berusaha setenang mungkin supaya tidak terlalu kelihatan salting. Perjalanan kita ke Semarang pun tidak garing. Vino masih asik dengan banyolannya dan kita tertawa bareng. Setelah memasuki kawasan Semarang, destinasi pertama kita ke Umbul Sidomukti, tempat wisata ini berada di kawasan bandungan dekat dengan gunung Ungaran. Wisata outbond mayoritas. Kita bermain flying fox, trekking menyusuri sungai dan banyak. Vino orang yang susah anteng haha. Aku melihatnya dari sisi yang berbeda.
destinasi kedua kita ke pondok kopi, letaknya tidak jauh dari destinasi pertama. hanya saja pondok kopi lebih tinggi daripada umbul sidomukti. Disini kita istirahat dan menikmati keindahan alam. Udaranya pun sejuk. Dan aku pun masih tidak menyangka bahwa Vino berada disebelahku.
Kemudian kita memutuskan untuk melanjutkan destinasi ketiga kita, Candhi Gedong Songo. Di tempat ini terdapat 5 Candhi yang berada ditempat yang terpisah. Untuk menuju ke Candhi yang kelima, kita akan melewati area belerang. Vino tidak henti-hentinya menarik, mendorong, memberiku semangat menuju ke candhi yang kelima. karna emang trekknya melelahkan bagi yang ga pernah olahraga kayak aku ini. Disamping itu kita juga berfoto ria, aku ngefotoin dia dan dia ngefotoin aku. Sempat kita juga berselfie bersama. Haha bahagia rasanya bila mengingat hal itu. Akhirnya kita sampai di Candhi ke 5 dan puas banget rasanya. Tetep dong kita foto-foto hahaha, okay setelah ini kita turun kebawah untuk pulang. Diperjalanan terdapat kebun bunga mawar putih yang mekar, Vino yang seketika itu berjalan mendahuluiku tiba-tiba dia mundur mendekatiku dan berkata "Mau bunga ga?" Aku cuma ngangguk saat itu. Dan dia memetik bunga mawar putih dan langsung diberikan kepadaku sambil berkata "Dijaga ya bunganya". Aku pun membalasnya dengan senyuman lebar walaupun sebenarnya aku tersipu malu.
Dan hari mulai siang, kita memutuskan untuk makan siang (dorayaki). Ditengah perjalanan kita sama sama menyempatkan waktu untuk solat Dzuhur bersama. Deg-degan? iya banget pasti. Aku belum pernah ngerasain se deg-degan ini sama cowok lain. Setelah solat berjamaah, ku lihat wajah dia yang mulai kelelehan dan kelaparan. Aku pun meminta dia untuk berhenti di sebuah toko untuk membeli makanan ringan. Diperjalanan menuju tempat dorayaki, sedikit demi sedikit aku menyuapi Vino dengan makanan ringan yang kita beli ditoko tadi. Satu cuil gigitan untuk Vino dan satu cuil selanjutnya untuk aku, begitu terus hingga makanan itu habis. Saat itu merasa mulai nyaman sama Vino, dibalik maskerku, aku selalu tersenyum tersipu malu setiap melihat dia.
Sesampainya ditempat makan dorayaki (maaf aku lupa nama tempatnya) kita pesen dorayaki 2, ramen dan teriyaki. Aku yang emang dasarnya gabisa makan pedes akhirnya aku cuma makan dorayaki. Vino makan 3 porsi wkwk. Seneng aja liat dia makan banyak apalgi nginget kejadian dia ngasih bunga. Ya emang sih engga seromantis pasangan lain, tapi untuk ukuran cowok cuek seperti dia itu udah romantis banget.
Terimakasih, Vino.
Doraemon Expo Yuk
Selanjutnya...
Liburan akhir semester pun tiba. Aku pun bergegas untuk pulang Semarang tanpa mengulur waktu lagi. Dan hari-hariku masih saja sama. Hanya saja Vino sudah tak lagi menghubungiku. Mungkin dia sedang sibuk. Aku pun tidak ambil pusing dengan itu. Aku tetap menjalani kehidupanku seperti biasa.
Bertemu teman lama, bernostalgia dan bercanda tawa dengan teman-teman jadulku. Ditengah kesibukanku dengan teman-teman, ada notif line masuk. Vino.
Vino : "Gimana liburannya Han?"
Hana : "Asik banget kak, enjoy this holiday banget pokoknya"
Mulai sejak itu kita berhubungan lagi. Dia mulai menanyakan kabarku setiap saat, keadaan disana dan selalu ingin tau dengan apa yang aku lakuin tiap harinya. Aku pun juga begitu. Kita sama-sama bertukar informasi.
Kebetulan saat itu dia ada pertandingan, aku selalu menyemangatinya. Dan tanpa disadari, kita semakin dekat. Ah mungkin perasaanku saja.
Suatu ketika, disaat kita lagi seru-serunya ngobrol via line. Dia nyeletuk
Vino : "Doraemon expo yuk di ABC"
Hana : "Mau bangetttt kak, kamu kok tau kalo aku suka doraemon?"
Vino : "Iyah sekedar tau, sini ke jakarta. ntar aku jemput"
Hana : "Ih, mau banget sih. Tapi ijin mamah dulu yak. kamu mau bantuin ijin?"
Vino : "Sini aku yang bilang mamah, pasti boleh"
Speechless. Shock. Gatau harus ngetik apaan. Aku mulai baper. Entah, dia bisa tau apa yang aku suka, padahal aku ga pernah bilang. Dan kalian good readers, pasti tau gimana rasanya diajak pergi sama orang yang kamu suka. Mmm mungkin aku mulai suka.
Sayangnya, saat itu mamah tidak mengijinkanku untuk pergi ke Jakarta. Karna aku pun minta ijinnya dadakan. Finally rencana itu cuman jadi wacana hingga detik ini.
Liburan akhir semester pun tiba. Aku pun bergegas untuk pulang Semarang tanpa mengulur waktu lagi. Dan hari-hariku masih saja sama. Hanya saja Vino sudah tak lagi menghubungiku. Mungkin dia sedang sibuk. Aku pun tidak ambil pusing dengan itu. Aku tetap menjalani kehidupanku seperti biasa.
Bertemu teman lama, bernostalgia dan bercanda tawa dengan teman-teman jadulku. Ditengah kesibukanku dengan teman-teman, ada notif line masuk. Vino.
Vino : "Gimana liburannya Han?"
Hana : "Asik banget kak, enjoy this holiday banget pokoknya"
Mulai sejak itu kita berhubungan lagi. Dia mulai menanyakan kabarku setiap saat, keadaan disana dan selalu ingin tau dengan apa yang aku lakuin tiap harinya. Aku pun juga begitu. Kita sama-sama bertukar informasi.
Kebetulan saat itu dia ada pertandingan, aku selalu menyemangatinya. Dan tanpa disadari, kita semakin dekat. Ah mungkin perasaanku saja.
Suatu ketika, disaat kita lagi seru-serunya ngobrol via line. Dia nyeletuk
Vino : "Doraemon expo yuk di ABC"
Hana : "Mau bangetttt kak, kamu kok tau kalo aku suka doraemon?"
Vino : "Iyah sekedar tau, sini ke jakarta. ntar aku jemput"
Hana : "Ih, mau banget sih. Tapi ijin mamah dulu yak. kamu mau bantuin ijin?"
Vino : "Sini aku yang bilang mamah, pasti boleh"
Speechless. Shock. Gatau harus ngetik apaan. Aku mulai baper. Entah, dia bisa tau apa yang aku suka, padahal aku ga pernah bilang. Dan kalian good readers, pasti tau gimana rasanya diajak pergi sama orang yang kamu suka. Mmm mungkin aku mulai suka.
Sayangnya, saat itu mamah tidak mengijinkanku untuk pergi ke Jakarta. Karna aku pun minta ijinnya dadakan. Finally rencana itu cuman jadi wacana hingga detik ini.
"Gimana Forest Campnya?" Tanya Tarzan Ganteng
Selanjutnya...
Di akhir semester satu ini ada program namanya forest camp. Forest camp ini memang wajib diikuti oleh mahasiswa semester 1. Karna ini termasuk kegiatan pengenalan tentang hutan. Kegiatan ini dilaksanakan sekitar 4 hari di Wanagama.
Sebelum forest camp, aku dan Vino janjian ketemu di lobby. Karna aku yang saat itu ada dikampus dan gada temen. Akhirnya aku minta Vino buat nemenin aku. First time!!! iyap first time duduk berdua ama dia sebelahan. Canggung. Iya banget. Aku cuman diem sambil mainan laptop, tiba-tiba dia mengintip layar laptopku "Lagi ngapain sih? Seru banget kayaknya"
Oh my God, saat itu aku cuman senyum dan ga brani berkata apa-apa. Aku benar-benar canggung saat itu. sampai cerita ini aku tulis pun aku masih bisa merasakan kecanggungan itu. Engga nyangka kan dia mau ngajak ngobrol aku dulu. Ku kira dia bakal cuek lagi kayak dulu awal ketemu.
Akhirnya ku beranikan diri buat ngebales candaan dia secara langsung. Kita ketawa bareng di lobby. Ternyata dari kejauhan ada temen temen aku yang mengamati gerak gerik ku dengan Vino. Aku pun merasa salah tingkah. Tapi Vino? Dia seakan cuek dengan keadaan disekitarnya. Dia masih fokus godain aku. Ini First Timeku dengan Vino.
4 hari berlalu, aku mendapatkan pengalaman terhebat di forest camp. Bertemu, bekerja sama dengan teman teman seangkatan. Seru-seruan bareng tentunya. Mulai dari pagi hingga sore hari dituntut berjalan menyusuri hutan dengan cuaca yang tidak memungkinkan. Karna saat itu musim hujan telah tiba dan tidak memberikan toleransi untuk kita merasakan hangatnya matahari.
Sesampainya di kos, kulihat hapeku dan ternyata banyak notif line. karena selama forest camp, hape sengaja aku offline. salah satunya dari Vino. huuuuufffttt dia memang jago bikin aku bahagia melupakan segala kelelahan setelah forest camp. Dan masih dengan candaan dan gombalan dia, aku akhirnya terlelap dalam mimpi. Mimpi dimana aku akan bersamanya suatu saat nanti.
Di akhir semester satu ini ada program namanya forest camp. Forest camp ini memang wajib diikuti oleh mahasiswa semester 1. Karna ini termasuk kegiatan pengenalan tentang hutan. Kegiatan ini dilaksanakan sekitar 4 hari di Wanagama.
Sebelum forest camp, aku dan Vino janjian ketemu di lobby. Karna aku yang saat itu ada dikampus dan gada temen. Akhirnya aku minta Vino buat nemenin aku. First time!!! iyap first time duduk berdua ama dia sebelahan. Canggung. Iya banget. Aku cuman diem sambil mainan laptop, tiba-tiba dia mengintip layar laptopku "Lagi ngapain sih? Seru banget kayaknya"
Oh my God, saat itu aku cuman senyum dan ga brani berkata apa-apa. Aku benar-benar canggung saat itu. sampai cerita ini aku tulis pun aku masih bisa merasakan kecanggungan itu. Engga nyangka kan dia mau ngajak ngobrol aku dulu. Ku kira dia bakal cuek lagi kayak dulu awal ketemu.
Akhirnya ku beranikan diri buat ngebales candaan dia secara langsung. Kita ketawa bareng di lobby. Ternyata dari kejauhan ada temen temen aku yang mengamati gerak gerik ku dengan Vino. Aku pun merasa salah tingkah. Tapi Vino? Dia seakan cuek dengan keadaan disekitarnya. Dia masih fokus godain aku. Ini First Timeku dengan Vino.
4 hari berlalu, aku mendapatkan pengalaman terhebat di forest camp. Bertemu, bekerja sama dengan teman teman seangkatan. Seru-seruan bareng tentunya. Mulai dari pagi hingga sore hari dituntut berjalan menyusuri hutan dengan cuaca yang tidak memungkinkan. Karna saat itu musim hujan telah tiba dan tidak memberikan toleransi untuk kita merasakan hangatnya matahari.
Sesampainya di kos, kulihat hapeku dan ternyata banyak notif line. karena selama forest camp, hape sengaja aku offline. salah satunya dari Vino. huuuuufffttt dia memang jago bikin aku bahagia melupakan segala kelelahan setelah forest camp. Dan masih dengan candaan dan gombalan dia, aku akhirnya terlelap dalam mimpi. Mimpi dimana aku akan bersamanya suatu saat nanti.
Line Ranger, Tarzan Ganteng
Selanjutnya....
Aku mulai ngerasa agak acuh setelah aku tahu dia cuek banget. Bahkan walaupun kita temenan di line, kita ga pernah saling chat. Karna memang gada urusan dan bingung mau basa basi apa. Dia yang paling spam ke aku tentang line ranger.
Suatu ketika malam itu pukul 19.00 ada rapat bem yang harus aku hadiri mengingat dikampus pada saat itu tengah ramai perayaan dies natalis kampusku. Aku yang saat itu terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.15, akhirnya aku pergi rapat tanpa mengenakan krudung. Aku pikir karna saat itu sudah malam dan banyak yang sibuk dengan Dies Natalis, pasti mereka tidak akan memperhatikanku. Rapat selesai pukul 20.30 dan kebetulan tidak ada orang lain selain anak bem yang ketemu aku.
Sesampai dikamar kos, aku melihat ada notif line. Kaget karna ada chat line dari half.
Vino : "Kok tadi kekampus ga pake krudung?"
Hana : "Emang kamu lihat aku?"
Vino : "Kemungkinan besar iya"
Huft apasih manusia ini. Panik. Sebel. Tapi aku sedikit salting. Gimana caranya dia bisa lihat aku, sedangkan aku aja enggak lihat dia. Masih biasa aja dan enggak aku gubris chat dia.
Di kampus lagi demam main line ranger, hampir semua temen line aku main line ranger termasuk aku, sampai-sampai banyak spam dichat. Termasuk si Vino, tiap hari dia nge spam line ranger di chatku. Dan masih tidak aku gubris. Kan cuma spam line ranger, buat apa aku read pikirku.
Seminggu kemudian ada notif line masuk dari Vino,
"Maaf ya kena spam terus" - Vino
"Oh iya gapapa selow aja" - Hana
Mulai dari situ, dia jadi intens ngepoin segala macem kegiatanku. Menarik, lucu, idenya aneh-aneh. Itu yang aku alami selama chat sama dia. Selalu seru. Dan dia mulai mencuri hatiku dengan caranya.
Aku mulai ngerasa agak acuh setelah aku tahu dia cuek banget. Bahkan walaupun kita temenan di line, kita ga pernah saling chat. Karna memang gada urusan dan bingung mau basa basi apa. Dia yang paling spam ke aku tentang line ranger.
Suatu ketika malam itu pukul 19.00 ada rapat bem yang harus aku hadiri mengingat dikampus pada saat itu tengah ramai perayaan dies natalis kampusku. Aku yang saat itu terburu-buru karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.15, akhirnya aku pergi rapat tanpa mengenakan krudung. Aku pikir karna saat itu sudah malam dan banyak yang sibuk dengan Dies Natalis, pasti mereka tidak akan memperhatikanku. Rapat selesai pukul 20.30 dan kebetulan tidak ada orang lain selain anak bem yang ketemu aku.
Sesampai dikamar kos, aku melihat ada notif line. Kaget karna ada chat line dari half.
Vino : "Kok tadi kekampus ga pake krudung?"
Hana : "Emang kamu lihat aku?"
Vino : "Kemungkinan besar iya"
Huft apasih manusia ini. Panik. Sebel. Tapi aku sedikit salting. Gimana caranya dia bisa lihat aku, sedangkan aku aja enggak lihat dia. Masih biasa aja dan enggak aku gubris chat dia.
Di kampus lagi demam main line ranger, hampir semua temen line aku main line ranger termasuk aku, sampai-sampai banyak spam dichat. Termasuk si Vino, tiap hari dia nge spam line ranger di chatku. Dan masih tidak aku gubris. Kan cuma spam line ranger, buat apa aku read pikirku.
Seminggu kemudian ada notif line masuk dari Vino,
"Maaf ya kena spam terus" - Vino
"Oh iya gapapa selow aja" - Hana
Mulai dari situ, dia jadi intens ngepoin segala macem kegiatanku. Menarik, lucu, idenya aneh-aneh. Itu yang aku alami selama chat sama dia. Selalu seru. Dan dia mulai mencuri hatiku dengan caranya.
Tarzan Ganteng?
Hallo, namaku Hana. Kini melanjutkan studi di salah satu kampus terbaik di Indonesia jurusan anti-mainstrean. Dan seketika itu banyak orang yang mempertanyakan.
orang sekitarku : "kamu ngapain masuk kehutanan? mau jadi tarzan? haha"
aku : "mau ketemu tarzan ganteng"
orang sekitarku : "tarzan gak ada yang ganteng"
aku : "tarzanku pasti ganteng kok. tunggu aja"
Dan berjalannya waktu, tak ku duga aku ketemu tarzan ganteng dikampus ini. Sebut saja Vino.
Vino ini kakak tingkatku. Awal kenal dia gara-gara Putri, sodara aku yang ngefans berat sama Vino, yang jadi adek pandunya Vino ospek kampus. Hari pertama ospek, hapeku berbunyi.
Putri : "Han, kamu kenal kakak tingkatmu yang namanya Vino? Sumpah ganteng banget"
Hana : "Haaa?? mana ku tau, baru juga ospek. Gak kenal lah"
Saat itu mulai muncul rasa penasaran dengan orang yang bernama Vino, seganteng apasih sampai sii Putri kayak gitu. Selama ospek pun aku bertanya pada pemanduku tentang Vino, untungnya pemanduku kenal Vino. Bener gak sih dia ganteng? Seganteng apa sih dia? Suatu ketika dia lewat didepanku dan pemanduku nunjukin si Vino ke aku. Biasa aja pikirku, ganteng darimananya? Huh
Ospek pun selesai, kini mulai saatnya aku menjalani masa-masa kuliah pertamaku. Mulai mengenal teman baru yang berasal berbagai daerah, seru juga pikirku. Seperti mahasiswa pada biasanya, selesai kelas aku dan teman-teman pun memilih untuk nongkrong di kantin sembari menunggu jam kuliah selanjutnya.
Tak lama, si Vino lewat didepan gerombolaku dan betapa kagetnya aku teman-temanku dengan hebohnya memuji ketampanan Vino. Ih apaan sih pikirku. Ganteng darimana coba, aku perhatiin Vino dari atas sampe bawah hm biasa saja. Bukan ganteng versi aku.
Sampe suatu saat si Putri mau minjem sepatu gunungnya si Vino dan dia minta tolong ke aku buat ngambil langsung ke Vino. Yaudah aku mau mau aja, karna kita satu fakultas kan. Lumayan lah bisa ngobrol ama cowok yang katanya ganteng itu pikirku.
Finally aku dapet nomer hape Vino, kita chatan tapi hanya sebatas nanyain sepatu bisa diambil kapan dan posisi dimana. Akhirnya kita janjian buat ketemuan di lobby. Begitu ketemu dia, sama sekali gada ramah tamahnya, nyapa aja enggak. Kita cuma saling diam sambil tangan dia ngasih sepatu dan tangan aku nrima sepatu. Setelah itu kita pergi.
Aku langsung menggerutu dalam hati, gila ni cowok cueknya minta pistol. Gada senyum-senyum nya kirain bakal bisa ngobrol agak lama kan eh malah engga ngobrol sama sekali. Damn it, dalam hati. Huuft makin ga ganteng pikirku.
orang sekitarku : "kamu ngapain masuk kehutanan? mau jadi tarzan? haha"
aku : "mau ketemu tarzan ganteng"
orang sekitarku : "tarzan gak ada yang ganteng"
aku : "tarzanku pasti ganteng kok. tunggu aja"
Dan berjalannya waktu, tak ku duga aku ketemu tarzan ganteng dikampus ini. Sebut saja Vino.
Vino ini kakak tingkatku. Awal kenal dia gara-gara Putri, sodara aku yang ngefans berat sama Vino, yang jadi adek pandunya Vino ospek kampus. Hari pertama ospek, hapeku berbunyi.
Putri : "Han, kamu kenal kakak tingkatmu yang namanya Vino? Sumpah ganteng banget"
Hana : "Haaa?? mana ku tau, baru juga ospek. Gak kenal lah"
Saat itu mulai muncul rasa penasaran dengan orang yang bernama Vino, seganteng apasih sampai sii Putri kayak gitu. Selama ospek pun aku bertanya pada pemanduku tentang Vino, untungnya pemanduku kenal Vino. Bener gak sih dia ganteng? Seganteng apa sih dia? Suatu ketika dia lewat didepanku dan pemanduku nunjukin si Vino ke aku. Biasa aja pikirku, ganteng darimananya? Huh
Ospek pun selesai, kini mulai saatnya aku menjalani masa-masa kuliah pertamaku. Mulai mengenal teman baru yang berasal berbagai daerah, seru juga pikirku. Seperti mahasiswa pada biasanya, selesai kelas aku dan teman-teman pun memilih untuk nongkrong di kantin sembari menunggu jam kuliah selanjutnya.
Tak lama, si Vino lewat didepan gerombolaku dan betapa kagetnya aku teman-temanku dengan hebohnya memuji ketampanan Vino. Ih apaan sih pikirku. Ganteng darimana coba, aku perhatiin Vino dari atas sampe bawah hm biasa saja. Bukan ganteng versi aku.
Sampe suatu saat si Putri mau minjem sepatu gunungnya si Vino dan dia minta tolong ke aku buat ngambil langsung ke Vino. Yaudah aku mau mau aja, karna kita satu fakultas kan. Lumayan lah bisa ngobrol ama cowok yang katanya ganteng itu pikirku.
Finally aku dapet nomer hape Vino, kita chatan tapi hanya sebatas nanyain sepatu bisa diambil kapan dan posisi dimana. Akhirnya kita janjian buat ketemuan di lobby. Begitu ketemu dia, sama sekali gada ramah tamahnya, nyapa aja enggak. Kita cuma saling diam sambil tangan dia ngasih sepatu dan tangan aku nrima sepatu. Setelah itu kita pergi.
Aku langsung menggerutu dalam hati, gila ni cowok cueknya minta pistol. Gada senyum-senyum nya kirain bakal bisa ngobrol agak lama kan eh malah engga ngobrol sama sekali. Damn it, dalam hati. Huuft makin ga ganteng pikirku.
Diberdayakan oleh Blogger.